Kumpulan Artikel Akreditasi Rumah sakit

Artikel

Pedoman Etik Rumah Sakit

Posted by team akreditasirumahsakit on August 22, 2010 at 11:32 AM

Etika rumahsakit adalah etika terapan (applied ethics) atau etika praktis (practicalethics), yaitu moralitas atau etika umum yang diterapkan pada isu-isu praktis,seperti perlakuan terhadap etnik-etnik minoritas, keadilan untuk kaumperempuan, penggunaan hewan untuk bahan makanan atau penelitian, pelestarianlingkungan hidup, aborsi, etanasia, kewajiban bagi yang mampu untuk membantuyang tidak mampu, dan sebagainya.

 

Jadi, etikarumah sakit adalah etika umum yang diterpakan pada (pengoperasian) rumah sakit.Oleh karena itu, mendahului diskusi tentang etika rumah sakit perlu ada uraiansingkat tentang etika umum. Baru kemudian tentang etika institusional rumahsakit dan potensi masalahnya. Uraian pendahuluan itu perlu untuk landasanidentifikasi dan kemudian upaya pemecahan masalah-masalah etika rumha sakit.

 

 

Kelahiran Etika Rumah Sakit

 

Etika RumahSakit yaitu etika praktis yang dikembangkan untuk Rumah Sakit sebagai suatuinstitusi lahir pada waktu yang hampir bersamaan dengan kehadiran etikabiomedis. Atau dapat juga dikatakan etika institusional rumah sakit adalahpengembangan dari etika biomedika (bioetika). Karena masalah-masalah ataudilema etika yang baru sama sekali sebagai dampak atau akibat dari penerapankemajuan pesat ilmu dan teknologi biomedis, justru terjadi di rumah sakit.Sebagai contoh, dapat disebut kegiatan reproduksi dibantu transplantasi organ.

 

Penggunaanalat-alat medis teknologi tinggi untuk menunjang hidup, operasi ganti kelamin,penelitian serta uji-coba klinis, dan beberapa terobosan baru lain darirevolusi biomedis sejak tahun 1960-an yang semuanya dilaksanakan di RumahSakit.

 

Komponen-komponen etika Rumah Sakit

 

Etika rumahsakit terdiri atas dua komponen :

Etika administratifEtika biomedisKlasifikasiini sesuai dengan dua bidang governance di rumah sakit :corporate governancedan clinical governance dengan wilayah tumpang tindih di antara keduanya. Dapatdikatakan pada banyak masalah etika biomedis ada aspek etika administratifnyadan pada semua kegiatan klinis ada potensi isu etisnya.

 

 

 

 

Isu-isu ataupotensi masalah etika yang terkait dengan masing-masing komponen etika rumahsakit itu didiskusikan berikut ini :

 

Isu-isu etika administratif

Potensi isuetika administratif yang pertama terkait dengan kepemimpinan dan manajemen dirumah sakit. Fungsi manajemen mencakup antara lain kegiatan menentukanobyektif, menentikna arah dan memberi pedoman pada organisasi.kegiatan-kegiatan kepemimpinan dan manajemen ini paling sensitif secara etis. Artinyadalam pelaksanaannya seorang pemimpin yang manajer puncak sangat mudah-disadariatau tidak melanggar asas-asas etika beneficence, nonmaleficence, menghormatimanusia dan berlaku adil.

 

Apalagi jikaDirektur Rumah Sakit berprilaku diskrimatif dan menerapkan standar ganda; iamenuntut orang lain mematuhi standar-standar yang ditetapkan. Sedangkan iasendiri tidak mau memberi teladan sesuai dengan standar-standar itu

 

 

Potensi isuetika administratif berikutnya adalah tentang privasi. Privasi menyangkuthal-hal konfidensial tentang pasien, seperti rahasia pribadi, kelainan ataupenyakit yang diderita, keadaan keuangan, dan terjaminnya pasien dari gangguanterhadap ketersendirian yang menjadi haknya. Adalah kewajiban etis rumah sakituntuk menjaga dan melindungi privasi dan kerahasiaan pasiennya. Harus diakui,hal itu tidak selalu mudah.

 

Misalnyakerahasiaan rekam medis pasien sukar dijaga, karena rumah sakit modern data daninformasi yang terdapat di dalamnya terbuka bagi begitu banyak petugas yang karenakewajibannya memang berhak punya akses terhadap dokumen tersebut. Dapat jugaterjadi dilema etika administratif, jika terjadi keterpaksaan membukakerahasiaan karena suatu sebab di satu pihak lain kewajiban moral untukmenjaganya

 

 

Persetujuantindakan medis (Informed consent). Masalah etika administratif dapat terjadi,jika informed consent tidak dilaksanakan sebagaimana seharusnya, yaitupersetujuan yang diberikan secara sukarela oleh pasien yang kompeten kepadadokter untuk melakukan tindakan medis tertentu pada dirinya, setelah ia diberiinformasi yang lengkap dan dimengerti olehnya tentang semua dampak dan resikoyang mungkin terjadi sebagai akibat tindakan itu atau sebagai akibat sebagaitidak dilakukan tindakan itu. Dalam banyak hal, memang tidak terjadi banyakmasalah etika, jika intervensi medis berjalan aman dan outcome klinis sesuaidengan apa yang diharapkan semua pihak.

 

Tetapi, dapatsaja terjadi suatu tindakan invansif ringan yang rutin dikerjakan sehari-hari-misalnya-apendektomi- berakibat fatal. Kasus demikian dapat menjadi penyesalanberkepanjangan.Dapat juga terjadi dilema etik pada dokter dirumah sakit, yangtega mengungkapkan informasi yang selengkapnya kepada pasien, karena ia tahujika itu dilakukan pasien akan jadi bingung, fanik, dan takut sehingga ia mintadipulangkan saja untuk mencari pengobatan alternatif. padahal dokter percayabahwa tindakan medik yang direncanakan masih besar kemungkinannya untukmenyelamatkan pasien.

 

Dilema etika administratif berikutnya di rumah sakit dapatterjadi berhubung dengan faktor-faktor situasi keuangan. Contoh-contoh berikut ini terjadisehari-hari.

Apakahkemampuan pasien membayar uang muka adalah faktor yang mutlak bagi rumah sakituntuk memberikan pertolongan kepadanya.

karenapertimbangan tertentu, pemilik atau manajeman rumah sakit mengalokasikan danayang terbatas untuk proyek tertentu,dan dengan demikian mengakibatkan kebutuhanlain yang mungkin lebih mendesak, lebih besar manfaatnya, dan lebih efektifbiaya.

Bagaimanasikap rumah sakit terhadap dokter tertentu sangat tinggi tarif jasanya. Jikaditegur ia pasti akan marah, dan mungkin akan hengkang kerumah sakit lain.padahal ia patient getter yang merupakan 'telur emas'bagi rumah sakit.

Bagaimanasikap terhadap pasien yang kurang tepat waktu melunasi piutang periodiknya,padahal ia sangat memerlukan tindakan khusus lanjutan.

Untuk rumahsakit milik pemodal, bagaimana sikap manajemen jika ada konflik kepentinganantara kebutuhan pasien dengan keingginan pemegang saham yang melihat sesuatu hanyadari perhitungan bisnis.

Bagaimanajika ada konflik kepentingan antara pemilik, manajemen dan para klinis yangakar masalahnya adalah soal keuangan dan pendapatan.

Bagaimanasikap manajemen terhadap dokter tertentu yang dapat diduga melakukan moral hazarddengan berkolusi dengan PBF.

Bagaimanasikap rumah sakit terhadap teknologi mahal;disatu pihak diperlukan untukmeningkatkan posisi dan citra rumah sakit, di pihak lain potensi moral hazardjuga tinggi demi untuk membayar cicilan kredit atau/easing.

 

Isu-isu Etika Biomedis

 

isu etikabiomedis di rumah sakit menyangkut persepsi dan perilaku profesional daninstutisional terhadap hidup dan kesehatan manusia dari sejak sebelumkelahiran, pada saat-saaat sejak lahir, selama pertumbuhan, jika terjadi penyakitatau cidera, menjadi tua,sampai saat-saat menjelang akhir hidup,kematian,danmalah beberapa waktu setelah itu.

 

Sebenarnyapengertian etika biomedis dalam hal ini masih perlu dipilah lagi dalam:

Isu-isu etikabiomedis atau bioetika yang lahitr sebagai dampak revolusi biomedis sejak tahun1960-an, yang antara lain berakibat masalah dan dilema baru sama sekali bagipara dokter dalam menjalankan propesinya.

Etikabiomedis dalam arti ini didefinisikan oleh International association ofbioethics sebagai berikut; Bioetika adalah studi tentang isu-isuetis,sosial,hukum,dan isu-isu lainyang timbul dalam pelayanan kesehatan danilmu-ilmu biolagi(terjemahan oleh penulis).

 

 

Isu-isu etikamedis'tradisional' yang sudah dikenal sejak ribuan tahun, dan lebih banyakmenyangkuthubungan individual dalam interaksi terapeutik antara dokter danpasien. Kemungkinan adanya masalah etika medis demikianlah yang dalam pelayanandi rumah sakit sekarang cepat oleh masyarakat (dan media masa) ditundingsebagai malpraktek.

Isu-IsuBioetika

 

Beberapacontoh yang dapat dikemukakan tentang isu etika biomedis dalam arti pertama(bioetika) adalah antara lain terkait dengan: kegiatan rekayasagenetik,teknologi reproduksi,eksperimen medis, donasi dan transpalasi organ,penggantian kelamin, eutanasia, isu-isu pada akhir hidup, kloning terapeutikdan kloning repraduktif. Sesuai dengan definisi di atas tentang bioetika olehInternational Association of Bioethics ,kegiatan-kegiatan di atas dalampelayanan kesehatan dan ilmu-ilmu biologi tidak hanya menimbulkan isu-isuetika,tapi juga isu-isu sosial, hukum, agama, politik, pemerintahan,ekonomi,kependudukan,lingkungan hidup,dan mungikin juga isu-isu di bidang lain.

 

Dengandemikian,identifikasi dan pemecaha masalah etika biomedis dalam arti tidakhanya terbatas pada kepedulian internal rumah sakit saja-misalnya Komite EtikaRumah Sakit dan para dokter saja seperti halnya pada penanganan masalah etikamedis 'tradisional'- melainkan kepedulian dan bidang kajian banyak ahlimulti-dan inter-displiner tentang masalah-masalah yang timbul karena perkembanganbidang biomedis pada skala mikro dan makro,dan tentang dampaknya atasmasyarakat luas dan sistemnilainya,kini dan dimasa mendatang (F.Abel,terjemahanK.Bertens).

 

Studi formalinter-disipliner dilakukan pada pusat-pusat kajian bioetika yang sekarang sudahbanyak jumlahnya terbesar di seluruh dunia.Dengan demikian,identifikasi danpemecahan masalah etika biomedis dalam arti pertama tidak dibicarakan lebihlanjut pada presentasi ini. yang perlu diketahui dan diikuti perkembangannyaoleh pimpinan rumah sakit adalah tentang 'fatwa' pusat-pusat kajian nasionaldan internasional,deklarasi badan-badan internasional seperti PBB, WHO, AmnestyInternational, atau'fatwa' Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional (diIndonesia;AIPI)tentang isu-isu bioetika tertentu, agar rumah sakit sebagai institusi tidakmelanggar kaidah-kaidah yang sudah dikonsesuskan oleh lembaga-lembaga nasionalatau supranasional yang terhormat itu. Dan jika terjadi masalah bioetikadirumah sakit yang belum diketahui solusinya,pendapat lembaga-lembaga demikiantentu dapat diminta.

 

Isu-Isu Etika Medis

 

Seperti sudahdisinggung diatas, masalah etika medis tradisional dalam pelayanan medisdirumah sakit kita lebih banyak dikaitkan dengan kemungkinan terjadinyamalpraktek, terutama oleh dokter. Padahal, etika disini terutama diartikankewajiban dan tanggung jawab institusional rumah sakit. Kewajiban dan tanggungjawab itu dapat berdasar pada ketentuan hukum (Perdata, Pidana, atau Tata UsahaNegara) atau pada norma-norma etika.

 

Malpraktek(medis) sebenarnya adalah istilah hukum yang berarti kesalahan dalammenjalankan profesi. Berkhouwer dan Borstman (dikutip oleh Veronica Komalawati)mengatakan,seorang dokter melakukan kesalahan profesi, apabila ia tidakmemeriksa, tidak membuat penilaian, tidak melakukan tindakan atau tidakmenghindari tindakan (tertentu), sedangkan dokter-dokter yang baik pada umumnyapada situasi yang sama akan melakukan pemeriksaan, membuat penilaian, melakukantindakan atau menghindari tindakan (tertentu).

 

 

Kita dapatmelihat:

 

Pertama, bahwa definisi ini bersifatrelatif.baik buruknya seorang dokter menjalankan profesinya dibandingkan denganrata-rata dokter lain. Tentu ini ada kelemahan-kelemahannya ; dapat sajaseorang dokter yang inovatif di tuduh melakukan malpraktek karena ia melakukanhal-hal yang tidak biasa dilakukan kebanyakan dokter lain, padahal yang ialakukan adalah baik dan bermanfaat bagi pasien. Soal standar profesi tidakdisinggung dalam devinisi itu,mungkin karena belum ada,karena buku dua ahlihukum Belanda itu diterbitkan lebih daripada setengah abad yang lalu dalamtahun 1950.

 

Kedua. Walaupun tidak secara eksplisitdinyatakan, dalam definisi ini dengan kesalahan profesional ditonjolkan tentangkelainan; dokter tentu tidak melakukan pemeriksaan. tidak membuat penilaian,tidak melakukan tindakan, dan tidak menghindari tindakan tertentu. Ini sesuaidengan pemahaman, bahwa malpraktek adalah sama dengan negligence.

 

Sesuai dengankonteks makalah ini, tentang malpraktek dengan latar belakang pelanggaran hukumtidak dibicarakan lebih jauh. Fokus utama adalah pada masalah etika medis dirumah sakit. Terkait dengan itu, untuk kejelasan wacana uraian rekapulatiifberikut ini kiranya diperlukan:

Etika dalamhal ini diartikan sebagai kewajiban dan tanggung jawab.

Etika rumahsakit adalah etika institusi, jadi kewajiban dan tanggng jawab itu adalahinstitusional,bukan individual.

Namun,eksekutif puncak rumah sakit- sebagai yang oleh pemilik melalui Governing Body(Badan Pengampu, Majelis Wali Amanah, Dewan Pembina, atau nama jenis yang lain)diberi kekuasaan mengelola dan tanggung jawab rumah sakit, dengan sendirinyajuga adalah penanggung jawab moral dan etika institusional.

Etika medisberhubungan dengan hidup dan kesehatan. Objek kewajiban dan tanggung jawab padaetika medis adalah hidup dan kesehatan manusia dan kelompok manusiadilingkungan luar rumah sakit. itu berarti pasien staf serta karyawan rumahsakit,dan masyarakat.

Masalah etikarumah sakit timbul apabila terjadi pelanggaran terhadap asas-asas etika(umum)dan Kode Etik Rumah Sakit, yang adalah uraian lebih operasional dariasas-asas etika.

Asas-asasetika yang diterapkan pada etika rumah sakit sebagai etika praktis adalah:

Rumah sakitberbuat kebaikan (benifecence)dan tidak menimbulkan mudharat atau cidera(nonmalifecence)pada pasien,staf dan karyawan,masyarakat umum,serta lingkunganhidup.

 

Dua asasetika klasik ini sudah ada dalam lafal Sumpah Hipprokrates sejak lebih 23 abadyang lalu. Dua asas ini adalah juga ajaran semua agama. Ajaran islam hampirselalu menyebut dua asas itu dalam satu kalimat (Amar ma 'arupnahimungkar).dalam ajaran agama hindu, nonmaleficence adalah Ahimsa.

 

Asasmenghormati manusia (respect for persons) berarti menghormati pasien,staf dankaryawan,serta masyarakat dalam hal hidup dan kesehatan mereka. itu berartimenghormati otonomi (hak untuk mengambil keputusan tentang dirisendiri),hak-hak asasi sebagai warga negara, hak atas informasi,hak atasprivasi,hak atas kerahasiaan,seta harkat dan mertabat mereka sebagai manusiadan lain-lain.

 

Asas keadilan(justice): keadilan sosial, keadilan ekonomi, dan perlakuan yang 'fair'terhadappasien, staf dan karyawan, serta masyarakat umum.

IdentifikasiMasalah Etika Di Rumah Sakit

 

Kurt Darrmengatakan, bahwa seorang eksekutuf rumah sakit tidak perlu sampai mengikutikursus tentang pilosofi atau etika untuk dapat mengidentifikasikan masalahetika, walaupun kursus-kursus demikian akan banyak menolong. yang penting,harusada kepekaan, kebiasaan melakukan refleksi (an inquiring mind), dan etikapribadi (personal etics)yang cukup baik. tiga pertanyaan berikut ini dianjurkandiajukan pada diri sendiri untuk mengidentifikasikan kemungkinan adanya etikapada kasus tertentu.

Apakahpasien, staf dan karyawan, atau masyarakat umum dalam kasus tertentu itudiperlakukan seperti saya ingin diperlakukan dalam kasus seperti itu? inidinamakan The Golden Rule.

Apakahpasien, staf dan karyawan, serta masyarakat umum cukup dilindungi terhadapkemungkinan cidera dalam keberadaan dan pelayanan di rumah sakit?

Apakahpenjelasan tentang informed conset kepada pasien cukup memberi informasibaginya tentang apa yang akan dilakukan pada dirinya?

Jika salahsatu atau lebih dari tiga pertanyaan itu terjawab dengan "tidak",adaindikasi masalah etika pada kasus yang dihadapi. Pertanyaan-pertanyaanselanjutnya adalah:

Adakahpasal-pasal dalam Kode Etik Rumah Sakit yang dilanggar?

Adakahasas-asas etika umum yang dilanggar?

Jika masihperlu untuk lebih memastikan: Teori etika mana yang dapat dipakai untukpembenaran keputusan atau tindakan rumah sakit yang menimbulkan masalah etikaadministratif atau etika biomedis.

Sama halnyadengan proses pemecahan masalah secara umum, mengajukan pertanyaan-pertanyaanyang tepat adalah bagian penting proses itu.

 

Pemecahan Masalah Etika Di Rumah Sakit

 

Setelahberhasil mengidentifikasikan adanya masalah etika administratif, masalahbioetika, masalah medis tradisional, atau gabungan berbagai masalah etika itudirumah sakit, langkah berikutnya adalah mencari solusi untuk masalah-masalahitu. Perlu segera ditambahkan, bahwa pemecahan masalah etika secara umum tidakmudah. Pada dasarnya ada dua model untuk pemecahan masalah secara umum; modelterprogram (rasional) dan model tak terprogram.

 

Modelrasional terprogram mungkin dapat diterapkan pada pemecahan banyak masalahmanajemen umum, tetapi rasio saja tidak selalu berhasil diterapkan padapemecahan masalah etika. Masalah etika administratif tertentu di rumah sakityang menyangkut proses atau prosedur mungkin dapat lebih mudah dipecahkansecara rasional. Tetapi, masalah etika biomedis yang menyangkut substansi atauprinsif sering kali sangat sensitif, karena itu rasio saja tidak selaluefektif. Diperlukan kebijaksanaan yang umumnya tidak dapt diprogramkan.

 

Dianjurkanlangkah langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah etika rumah sakit:

Memecahkanstruktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponen-komponennya,menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah.Akar masalahadalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. Ia dapat berupakelemahan pada manusia, kepemimpinan,manajemen, budaya organisasi, sarana,alat, sistem, prosedur, atau faktor-faktor lain.

Melakukananalisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root causeanalysis),untuk menetapkan arah pemecahannya.

Menetapkanbeberapa alternatif untuk pemecahan akar masalah.

Memilihalternatif yang situasional terbaik untuk pemecahan masalah itu.

Memantau danmengevaluasi penerapan upaya pemecahan yang sudah dilaksanakan.

Melakukantindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagiterjadi. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jikamanusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan darirumah sakit.

 

Kesimpulan

 

Telah disampaikan tentang etika umum dan etika rumahsakit sebagai etika terapan atau etuka praktis. Juga uraian tentang jenis ataukelompok etika di rumah sakit, mekanisme untuk mengidentifikasi masalah-masalahetika, serta langkah-langkah umum untuk pemecahanya. Pemecahan masalah etikalebih rumit dan sulit daripada pemecahan


Categories: Pelayanan Medis

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply neta
3:28 AM on October 9, 2012 
tolong kirimin contoh program mediko legal dan etik rumah sakit daerah